Kerja atau Wirausaha

Kerja Seumur Hidur atau Wirausaha.

Kunci Sukses Wirausaha

Kunci sukses dalam wirausaha adalah kerjasama dan berbagi ilmu.

Yang Muda yang Berkarya

Saatnya untuk para pemuda tanah air untuk menjadi wirausaha muda.

Dunia akan melihat kita

Dengan menjadikan anak muda sebagai calon pengusaha maka dunia akan mellihat kita sebagai negara yang dipertimbangkan.

Saatnya menjadi pemimpin Dunia

Ketika jumlah wirausaha muda meningkat makan disitulah aset negara untuk menjadi pemimpin Dunia.

Wednesday, 19 November 2014

Budidaya Ayam Broiler / Pedaging Kelompok Putra Harapan Pagar Dewa


Oleh : Rizki Al Kharim



      A.    Pendahuluan
Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. Dengan melihat kondisi ini dan dengan didukungnya potensi yang ada di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat SUM-SEL. Kelompok Putra Harapan Pagar dewa bertekad kuat untuk menjalankan rintisan usaha beternak Ayam Pedaging. Dengan adanya program Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang di tempatkan di Desa tersebut. Saya menjadi fasilitator dalam melakukan pendampingan dan pembinaan usaha rintisan Ayam Pedaging.
      B.     Pembuatan Kelompok
Pembuatan Kelompok dilakukan di Sekretariat PSP-3 Desa Pagar Dewa. Kelompok Berjumlah 5 orang. Pada umumnya anggota kelompok berusia sekitar 30 Tahun dan sudah bersetatus kepala keluarga. Dari kelima anggota tersebut mempunya mata pencaharian berbeda-beda. Ada yang sebagai petani, pekerja swasta dan lain-lain.
      C.    Pemilihan Bibit
Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih.

      D.    Kondisi Teknis yang Ideal
      1.      Lokasi kandang
Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.
      2.      Pergantian udara dalam kandang
Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.
      3.      Suhu udara dalam kandang.
Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :
Umur  (hari)
Suhu ( 0C )
01 – 07
32 - 34
08 – 14
27 - 29
15 – 21
25 - 26
21 – 28
23 - 24
29 – 35
21 - 23


      
      
      
      
      



      4.      Kemudahan mendapatkan sarana produksi
Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.





     E.     Tata Laksana Pemeliharaan
     1.      Perkembangan
Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.
Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.
      2.      Pakan
- Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).
- Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. –Penambahan Anti Biotik lewat air minum dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.
- Dapat juga digunakan Vitamin sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.



- Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.
Contoh perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen =
1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi).

      3.      Vaksinasi
Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

      4.      Teknis Pemeliharaan
- Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah Antibiotik dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau Vitamin dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).
- Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan Antibiotik dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau Vitamin dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.
- Minggu Kedua (hari ke 8 -14).
Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.
- Minggu Ketiga (hari ke 15-21).
Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah Antibiotik atau Vitamin dengan dosis tetap.
- Minggu Keempat (hari ke 22-28).
Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
- Minggu Kelima (hari ke 29-35).
Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
- Minggu Keenam (hari ke-36-42).
Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.


      5.      Penyakit
Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :
- Tetelo (Newcastle Disease/ND)
Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
- Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)
Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.
- Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)
Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.

- Berak Kapur (Pullorum).
Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.
Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.
Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian Antibiotik yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian Antibiotik dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol Antibiotik dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol Antibiotik dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan Vitamin yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan:
      1)      Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
      2)      Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh
      3)      Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.

      6.      Sanitasi/Cuci Hama Kandang
Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

Proposal PSP3 Berprestasi 2014

Oleh : Rizki Al Kharim




BAB I
PENDAHULUAN




A.    Latar Belakang

Keberhasilan merupakan suatu proses akhir yang diharapkan dari kegiatan, usaha atau program yang bisa menjadi indokator baik atau tidaknya proses program atau kegiatan tersebut. Program Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan merupakan program unggulan dari Kementerian Pemudan dan Olahraga yang telah dirancang sedemikian rupa agar bisa merekrut pemuda sarjana yang diharapkan bisa berhasil menjadi Pemuda Sarjana yang bisa menggerakkan pembangunan di pedesaan tempat penugasan PSP3. Dalam suatu program seringkali keberhasilan merupakan keharusan, dan bila program memiliki prosentase keberhasilan yang rendah maka akan diadakan evaluasi untuk mencari sebab mengapa program tersebut tidak berhasil. Seringkali suatu program dihentikan atau diganti jika presentase keberhasilannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa keberhasilan merupakan target utama dari suatu program atau kegiatan.

B.     Tujuan
Pembuatan omakalah dengan tema keberhasilan ini bukan tanpa alasan, selain merupakan suatu syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti lomba PSP3 berprestasi, penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam apa dan bagaimana keberhasilan itu. Keberhasilan bukan hal yang mudah namun harus dicapai untuk memudahkan melakukan kegiatan atau program selanjutnya. Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan baik penulis maupun pembaca mengetahui hakikat dari keberhasilan suatu program dan dapat menjadi refrensi tentang cara dalam pencapaian keberhasilan.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN



A.    Kajian Pustaka
1.      Definisi Keberhasilan
Seperti yang kita ketahui bahwa keberhasilan tidak mungkin diraih dengan begitu saja, tetapi harus melalui beberapa tahapan . menurut Suryana dalam elib.unikom (tanpa tahun) mengemukakan bahwa untuk menjadi wirausaha atau pengusaha yang sukses pertama–tama harus memiliki ide atau visi bisnis (busisess vision) kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko baik waktu maupun uang. Langkah selanjutnya yang sangat penting adalah dengan membuat perencanaan usaha, pengorgganisasian dan menjalankanya. Berikut dikemukakan beberapa pengertian keberhasilan usaha menurut para ahli dalam elib.unikom (tanpa tahun):
Menurut Waridah (1992:15)
“Keberhasilan usaha yaitu adanya peningkatan kegiatan usaha yang dicapai oleh para pengusaha industri kecil, baik dari segi peningkatan laba yang dihasilkan dicapai oleh pengusaha dalam waktu tertentu’’.
 Menurut Hari Lubis dikutip Panigoro (1983:42)
“Keberhasilan usaha adalah sebagai suatu prestasi yang berhasil diraih oleh suatu perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya”.
Untuk melihat dan mengukur tingkat keberhasilan suatu usaha berikut ini terdapat beberapa  teori yang mengemukakan beberapa alat ukur dan aspek yang menjadi alat evaluasinya hal tersebut diantaranya adalah:
Menurut  Van Horne (1995:77-774 )
“Keberhasilan usaha dapat dilihat dari kemampulabaan atau profitabilitas, dapat di ukur dengan 2 tipe yaitu rasioprofitabilitas dalam hubungan penjualan( sales) dan profitabilitas dalam hubungan dengan investasi”.


Dan salah satu kriteria untuk mencapai keberhasilan usaha adalah dengan efisiensi, yaitu apabila sudah tercapai tingkat kemampulabaan (profitabilitas) yang tinggi, menurut Sri Wiludjeng SP (2007:4) menyatakan bahwa:
“Yang di maksud efisien adalah kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan benar (doing the thing right). Efisien dihitung dengan membandingkan antara input yang dipergunakan dengan output yang dihasilkan’’ .

       Dengan demikian manajer yang efisien adalah  manajer yang mampu meminimumkan penggunaan input untuk mencapai output tertentu sehingga dapat mencapai kemampulabaan.
       Untuk lebih jelasnya berikut dipaparkan kemampulabaan menurut Agus Artono (1996:130) menyatakan bahwa :
“Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan dan total aktiva maupun modal sendiri”.
Dari beberapa pendapat diatas dapat ditarik sebuah benang merah tentang ukuran keberhasilan bahwa keberhasilan pada intinya dalah sesuatu hal yang positif dimana adanya keuntungan yang dihasilkan dari perbandingan antara sesuatu yang dikeluarkan dengan sesuatu yang didapatkan.

2.      Faktor-Faktor Yang Mendorong Keberhasilan Usaha
Faktor-faktor yang mendorong Keberhasilan Usaha menurut beberapa ahli adalah :
Menurut Hendro dalam Prasetyo (2013) keberhasilan usaha terdiri dari:

Baca Selengkapnya, Silahkan Donwload disini

Wednesday, 13 August 2014

Proposal Dana Rintisan Perkembangan Usaha PSP3 Tahun 2014

Oleh : Rizki Al Kharim



BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang
Desa Pagar Dewa, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan merupakan desa yang subur dengan mata pencaharian penduduknya adalah petani atau pekebun. Pagar Dewa sudah ada sebelum tahun 1908 yang lokasi desanya kurang lebih 1.5 KM dari desa Pagar Dewa sekarng ini. Penduduk desa Pagar Dewa yang pertama berasal dari desa Gunung Kendang, konon kabarnya desa Pagar Dewa di kelilingi oleh pohon-pohon bambu yang tersusun seperti pagar. Kondisi inilah yang mengilhami nama desa Pagar Dewa, masyarakat percaya bahwa desa Pagar Dewa adalah pagar alamiah yang dibuat oleh Dewa.
Desa Pagar Dewa berada pada ketinggian 703 M di atas permukaan laut, berjarak 1 Km dari kantor kecamatan dan berjarak 75 Km dari ibu kota kabupaten. Data terakhir pada tahun 2010 penduduk desa Pagar Dewa berjumlah 966 jiwa dari 236 kepala keluarga dengan rincian 457 jiwa laki-laki dan 509 jiwa perempuan.
Masyarakat desa Pagar Dewa bertumpu pada pertanian dan perkebunan. Pada saat ini luas area pertanian 26,6 Ha dan luas areal perkebunan 26,6 Ha. Jenis pertanian dan perkebunan yang dominan adalah padi dan kopi, selebihnya adalah hortikultura.
Sarana dan prasarana yang sudah dibangun di desa Pagar Dewa adalah jalan aspal dari dana APBD sepanjang 10 KM, jalan lingkar desa , sekolah dasar 1 buah, aspal sepanjang 300 M dari dana PNPM MP, Polindes 1 buah, MCK dari dana PNPM MP, Sumur gali dari dana PAMSIMAS, Masjid 1 buah, dan saluran irigasi sepanjang 500 M dari dana APBD Kabupaten.
Pendapatan asli desa diperoleh dari hasil usaha ekonomi produktif desa sebesar Rp. 600.000 pertahun dan digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan serta kegiatan gotong royong. Desa Pagar Dewa pernah mendapatkan beberapa kemenangan dalam perlombaan yang pernah diikuti antara lain juara lomba desa tingkat kecamatan tahun 1992, 2011. Juara lomba desa tingkat kabupaten tahun 1992. Juara 1 lomba rebana tingkat kecamatan tahun 2011. Juara 2 volly ball tahun 2011.
Berdasarkan kegiatan pembangunan, partisipasi seperti PAMSIMAS dan PNPM MP, Masyarakat desa Pagar Dewa cukup berpartisipasi. Pada kegiatan sosial dan pemerintahan masyarakat Pagar Dewa cukup berpartisipasi khususnya pada kegiatan gotong royong, pemilihan legislatif, presiden, gubernur, bupati dan pemilihan kepala desa sendiri. Dari 625 Daftar Pemilih Tetap (DPT) hampir semua menggunakan hak pilihnya. Partisipasi masyarakat juga dapat terlihat dari adanya banyaknya kelompok tani. Banyak dari kelompok tani di Desa Pagar Dewa yang mendapatkan bantuan baik modal dana pembinaan ataupun alat pertanian. Sekarang ini ada Program Pembibitan Tanaman Holtikultura dan Pembuatan Kolam Ikan Lele Gantung dari Dinas Pertanian Kabupaten Lahat yang sedang dijalankan oleh kelompok tani Desa Pagar Dewa.
Kedatangan PSP-3 di Desa Pagar Dewa cukup mendapatkan respons positif. Banyak dari masyarakat sering berkunjung di kediaman PSP-3, mulai dari kelompok tani bapak-bapak, Ibu-ibu dan para pemuda. Kebanyakan dari mereka berharap adanya perubahan positif di desa mereka dari adanya Program PSP-3. Walaupun begitu PSP-3 tetap memberikan arahan bahwa keberhasilan untuk membangun Desa Pagar Dewa adalah dari kerja keras seluruh masyarakat dan kerja sama yang kuat, agar nantinya masyarakat tidak bergantung sepenuhnya kepada PSP-3 dan dapat mandiri. Tidak hanya itu kondisi SDA (Sumber Daya Alam) yang cukup mendukung untuk usaha akan kami maksimalkan bersama masyarakat Desa Pagar Dewa. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan yaitu adanya lahan terbuka. Banyaknya lahan kosong di Desa Pagar Dewa tidak hanya dijadikan kebun kopi saja, namu kita juga dapat memanfaatkan kepada usaha yang lebih menjanjikan yaitu budidaya ayam potong. Kondisi Desa yang cukup jahu dari jalan raya dan kondisi air dan udara yang sejuk akan dapat mendukung dalam budidaya ayam pedaging.
Alasan di atas membuat kami selaku PSP-3 mengajak masyarakat untuk melakukan usaha Budidaya Ayam Pedaging. Sampai saat ini usaha Budidaya Ayam Pedaging sudah berjalan dengan baik, walaupun terdapat beberapa masalah. Dalam proposal bantuan rintisan usaha ini kami berharap dapat mengembangkan usaha Budidaya Ayam Pedaging yang sudah kami rintis dengan dengan kelompok Putra Harapan Pagar Dewa. Kami berharap kedepannya usaha Budidaya Ayam Potong ini akan menjadi usaha mandiri yang dapat ditekni masyarakat desa Pagar Dewa dalam skala besar.

  1. Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan yang telah kami lakukan selaku PSP-3 penempatan Desa Pagar Dewa, meliputi tiga kegiatan. Ketiga kegiatan tersebut yaitu kegiatan pokok melakukan usaha rintisan Budidaya Ayam Pedaging. Sedangkan kegiatan lain yang kami lakukan yaitu pendampingan kelompok tani dan kegiatan sosial budaya di Desa Pagar Dewa.
Usaha rintisan Budidaya Ayam Pedaging telah dilakukan pada awal bulan Oktober 2013 tepat 2 Minggu lebih setelah PSP-3 diterjunkan dilokasi penempatan. Selama rentang waktu tersebut banyak hal yang telah kami lakukan dalam budidaya ayam pedaging tersebut. Mulai dari proses uji coba budidaya ayam pedaging, proses pembuatan kelompok, menjalin kerjasama dengan istansi terkait dalam hal ini yaitu Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Lahat, kerjasama dengan mitra penjualan ayam di Pasar Jarai, Studi banding di peternakan Ayam Pedaging di Kabupaten Lahat dan lain-lain. Tidak hanya itu dalam Budidaya Ayam Pedaging ini kami juga telah mulai memasyarakatkan kepada masyarakat. Adanya revitalisasi dan rolling kepengurusan juga kami lakukan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat lain yang berminat dalam melakukan Budidaya Ayam Pedaging.
Kegiatan yang kami lakukan selaku PSP-3 di Desa Pagar Dewa selain usaha rintisan Budidaya Ayam Potong yaitu pendampingan kelompok tani. Kelompok tani yang kami damping yaitu Kelompok Tani Bapak Mujianto. Pertanian yang dilakukan yaitu penanaman padi. Kami malakukan pendampingan dalam proses penanaman padi mulai awal sampai panen. Dalam proses tersebut banyak masalah yang ditemukan mulai dari masalah internal dalam kelompok tani tersebut sampai dalam masalah tersediahnya air yang cukup dan pupuk. Masalah tersebut akhirnya berdampak pada pada hasil panen. Ketika dilakukan survei oleh BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Lahat, sawah Bapak Muji yang dijadikan sampel mendapatkan hasil yang kurang maksimal. Harunya panen bias menghasilkan 1 ton besar atau 1.000 kg, diprediksi hanya menghasilkan 700 kg beras. Untuk menangani ini kami bekerjasama dengan penyuluh Kecamatan Jarai untuk mencoba membuat usulan dalam pengadaaan bantuan pupuk yang memang pada saat itu bertepatan dengan adanya program pemerintah tentang bantuan pupuk bagi kelompok tani.
Kegiatan lain yang kami lakukan selain dua kegiatan diatas yaitu kegiatan sosial masyarakat. Kegiatan sosial masyarakat menjadi salah satu alat bagi kami untuk mendapatkan kepercayaan dan pengaruh kepada masyarakat. Kegiatan sosial yang kami lakukan selayaknya kegiatan social masyarakay pada umumnya, seperti ikut berpartisipasi dalam acara adat atau pernikahan, ikut dalam acara pemakaman jenazah dan lain-lain. Selain kegiatan social kami juga berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan dan religi. Dalam hal ini kami mencoba berbagi ilmu dengan membentuk kelompok belajar untuk sekolah dasar. Kelompok belajar tersebut beranggotakan anak-anak Desa Pagar Dewa mulai dari kelas 1-6 SD (Sekolah Dasar). Dalam kesempatan yang lain kami juga membantu dalam melakukan kegiatan di masjid Maghfiroh seperti kerja bakti untuk kebersihan masjid dan mengjar TPQ Masjid Maghfiroh.


Baca Selengkapnya...Silahkan Download